Friday, October 22, 2010

Semarang Tempo Doeloe

Sekitar dua minggu yang lalu, saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk berwisata ke ibukota Jawa Tengah, Semarang. Sebenarnya, saya sudah cukup sering berkunjung ke kota ini. Bahkan saya sempat tinggal di kota bercuaca panas ini selama dua bulan lamanya (pada saat menjalani magang). Sekilas, kota ini hampir menyerupai kota Jakarta yang terkenal dengan cuacanya yang panas dan jalan-jalan yang macet. Kota Semarang telah ditumbuhi berbagai macam pusat perbelanjaan yang menjamuri setiap sudut kota. Sebagai contoh: Citra Land, Paragon, dan sebagainya. Namun di tengah hiruk pikuk kehidupan metropilitan yang ada, saya dan teman-teman saya, masih dapat menikmati objek wisata bersejarah di kota ini, seperti Lawang Sewu dan Kota Lama.


Siapa yang tidak mengenal Lawang Sewu? Bangunan yang memiliki julukan seribu pintu ini, memang memiliki banyak pintu dan jendela di dalamnya. Bangunan yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda ini memang memiliki eksotisme tersendiri apalagi pada saat malam hari. Sayang, kunjungan saya ke Lawang Sewu kali ini terjadi di siang hari. Sebelumnya, saya pernah mengunjungi tempat ini pada malam hari. Terasa sangat berbeda memang, ketika berkunjung ke tempat yang menjadi bekas kantor jawatan Kereta Api Indonesia itu, pada saat malam dan siang hari. Di siang hari, kita bisa menikmati dengan jelas, segala arsitektur bangunan kuno ini. Sedangkan di malam hari, kita justru bisa merasakan nuansa mistis di bangunan bersejarah ini. Saya dan teman-teman menyusuri bangunan ini didampangi oleh seorang tour guide yang menjelaskan mulai dari sejarah berdirinya Lawang Sewu, hingga cerita-cerita bersejarah yang pernah terjadi.

Pemerintah Kota Semarang telah memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah yang wajib dilindungi. Sesuai kaidah arsitektur morfologi bangunan sudut, Lawang Sewu yang cantik memiliki menara kembar model ghotic yang terletak di sisi kanan dan kiri pintu gerbang utama. Model bangunan gedung yang memanjang ke belakang makin mengesankan kekokohan, kebesaran, dan keindahan.



Setelah mendatangi bangunan seribu pintu, kami pun beranjak mengunjungi kawasan Kota Lama. Di kota ini saya benar-benar merasa sedang menjalani hidup di era penjajahan kolonial Belanda. Karena hampir seluruh bangunan di kawasan ini masih memiliki arsitektur Eropa yang sangat kental. Meskipun beberapa bangunan di kawasan ini kurang terawat, namun saya dan teman-teman masih dapat menikmati suasana Semarang Tempo Doeloe.

Itulah sedikit cerita mengenai perjalanan saya dan teman-teman ke Kota Semarang, Semoga bisa menjadi referensi buat teman-teman yang ingin menikmati suasana tempo doeloe.. Ayo jalan-jan lagi.........


Friday, October 15, 2010

The Beatles, Yesterday


"You say yes, I say no. You say stop and I say go go go, oh no. You say goodbye and I say hello Hello hello. I don't know why you say goodbye, I say hello. Hello hello. I don't know why you say goodbye, I say hello." (The Beatles-Hello Goodbye)

Malam ini saya sengaja begadang semalaman untuk mendownload beberapa lagu yang menjadi master piece dari group band legendaris The Beatles. Tiba-tiba muncul ide di otak saya untuk menulis band ini di blog saya. Sejak saya kecil, kakek saya senang sekali memutar lagu-lagu The Beatles seperti Let It Be, Yesterday, Hey Jude, I wanna hold your hand, dsb. Bahkan kakek saya sengaja membeli CD (bajakan) yang berisi lagu-lagu mereka dan mengajak saya berkaraoke bersama. Mau tidak mau saya menjadi sedikit hafal dengan lirik-lirik lagu mereka. Menurut saya, ada beberapa hal yang membuat lagu-lagu mereka masih tetap digemari hingga saat ini. Pertama, lirik yang sangat simple tapi memiliki makna yang dalam. Kalau menggunakan istilah jaman sekarang (daleem bangeuuut). Kedua, masih soal lirik juga. The Beatles, jujur banget ketika menuangkan kisah-kisah di dalam lagu mereka. Tidak berputar-putar dan menurut saya sangatlah lugu (innocent). Ketiga, saya sangat menyukai instrument musik yang mereka gunakan. Menggunakan instrument yang standar, tapi justru lebih membuat kesan easy listening dan ada kejujuran dalam musik mereka. Tidak seperti band-band yang saat ini bermuncullan dan hanya mengikuti selera pasar. The Beatles memiliki jati diri yang sangat kuat. Mereka (masih) mampu membuat generasi muda saat ini untuk mengikuti gaya mereka. Bagi saya, The Beatles memiliki magnet tersendiri.




Tapi di antara sekian banyak lagu The Beatles ada yang paling saya suka banget. Yesterday. Kalau saya liat dari beberapa blog teman-teman saya sih, mereka bilang, itu lagu isinya tentang kekecewaan atau rasa penyesalan. Tapi itu analisis mereka. Kalau saya lebih memilih untuk menikmati lagunya saja dibandingkan pusing-pusing menganalisis lagunya. hehehe. Dan ini dia, lirik dari lagu yesterday-the beatles:

Yesterday,
All my troubles seemed so far away,
Now it looks as though they’re here to stay,
Oh, I believe in yesterday.
Suddenly,
I’m not half the man I used to be,
There’s a shadow hanging over me,
Oh, yesterday came suddenly.
Why she
Had to go I don’t know, she wouldn’t say.
I said,
Something wrong, now I long for yesterday.
Yesterday,
Love was such an easy game to play,
Now I need a place to hide away,
Oh, I believe in yesterday.
Why she
Had to go I don’t know, she wouldn’t say.
I said,
Something wrong, now I long for yesterday.
Yesterday,
Love was such an easy game to play,
Now I need a place to hide away,
Oh, I believe in yesterday.