Thursday, August 4, 2011

Photo Session with BPC

Photosession kali ini mengusung tema PRE-WEDDING.







Review Film : Hearty Paws



Pernah menonton film Hatchiko? Jika pernah menonton tentu anda tahu film tersebut diadaptasi dari sebuah kisah nyata tentang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya. Pastinya film ini cukup membuat kita terhanyut bahkan mungkin ada yang sampai menangis pada saat menontonnya (terutama bagi para pencinta anjing). Nah, bukan hanya film Hatchiko atau mungkin Air bud yang menceritakan kesetiaan seekor anjing. Hearty Paws juga bisa menjadi alternatif hiburan bagi anda, para pencinta anjing.

Cerita berawal dari Chan, seorang bocah lelaki umur 12 thn hanya tinggal berdua dengan adik perempuannya, So-yi juga dengan anjing Labrador kesayangan mereka, Hearty.
Hidup mereka bisa dibilang berkecukupan, tapi So-yi yang kekurangan kasih sayang ibu memaksa kakaknya untuk mengajak dia menemui Ibu-nya yang sekarang tinggal jauh dari mereka. Ayah mereka sudah lama tiada sejak bercerai dengan Ibu Chan-Yi, tapi wanita itu tak peduli kepada nasib kedua anaknya dan menitipkan mereka pada Bibi Chan & So-yi.

Chan yang sangat menyanyangi So-yi, terpaksa harus kehilangan adiknya itu. Ketika musim dingin tiba, mereka bertiga sedang main di lapangan es, Chan lengah, sehingga tak sengaja So-yi dan Hearty jatuh di danau yang membeku. Hearty selamat, tapi So-yi tak tertolong. Chan depresi dan sedih luar biasa, apalagi dia terus menyalahkan Hearty, karena anjing itu tak bisa melindungi adiknya.

Diterpa kesepian, Chan memutuskan untuk pergi dari rumah dan menemui ibunya. Hearty ingin ikut, tapi dengan kasar Chan menendang dan mengusirnya, karena bagaimana pun juga, Chan tak bisa melupakan adiknya. Setelah itu hidup Chan seperti diombang-ambingkan. Memang, dia berhasil bertemu ibunya. Tapi ibunya memperlakukan Chan seperti orang lain saja, bahkan tak sedikitpun ibunya menanyakan kabar anak bungsunya, So-yi.

Hidupnya kini tanpa tujuan, Chan seperti mayat hidup kesepian. Di saat itulah dia bertemu dengan anak-anak gelandangan yang meminta-minta di bis kota. Salah satu anak perempuan dari anak-anak itu merasa kalau Chan kabur dari rumah dan Chan diajaknya bergabung bersama anak-anak lain. Ternyata mereka ditampung oleh lelaki yang memanfaatkan anak-anak untuk mengemis-ngemis. Chan pun diajarinya untuk belajar mengemis kalau masih mau bertahan hidup.

Chan tak menyangka, ternyata masih ada sosok yang mencari dan memperhatikan dia. Dari rumahnya, Hearty jauh-jauh datang untuk menemui Chan di Busan. Dengan mengandalkan insting dan naluri binatang, Hearty berusaha menemukan Chan. Lalu Chan membawanya ke tempat penampungan dan Hearty diterima oleh lelaki itu. Tapi perlakuan lelaki itu semena-mena terhadap Hearty. Sampai suatu saat karena pemberontakan Chan, Hearty dalam masalah besar... nyawa Hearty di ambang kematian....




Sumber : http://anjingkita.com/wmview.php?ArtID=4382

Pantai Sundak

Pada akhir bulan Juni lalu, saya dan teman-teman saya menyempatkan diri untuk berlibur ke Pantai Sundak. Pantai yang terletak di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta ini, menawarkan pesona pantai berpasir putih. Pantai ini termasuk pantai yang belum banyak dikunjungi. Diperlukan waktu sekitar 4 jam dari Solo untuk menuju pantai ini. Namun ketika saya dan teman-teman tiba di pantai ini, rasa lelah di perjalanan terbayar dengan keindahan yang ditawarkan di pantai ini. Di balik keindahannya, tersimpan sebuah kisah, mengapa pantai ini dijuluki Pantai Sundak. Nama Sundak ternyata diambil dari kata asu (anjing dalam bahasa Jawa) dan landak, yang merupakan hewan berduri.

Menurut cerita, di suatu siang, seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang bertemu dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan landak laut itu tetapi si landak menghindar. Terjadilah sebuah perkelahian yang akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan setengah tubuh landak laut dan keluar gua dengan rasa bangga. Perbuatan si anjing diketahui pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu, nama Wedibedah (nama pantai ini pada jaman dahulu) berubah menjadi Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak.

Cerita tidak hanya berhenti sampai di situ ketika Arjasangku melihat anjingnya basah kuyub ketika keluar dari goa, kemudian ia pun mengecek goa tersebut. Ternyata ia menemuka sumber mata air tawar dari dalam goa tersebut yang kemudian dimanfaatkan oleh warga di sekitar pantai.
Nah, unik bukan ceritanya? Bukan hanya ceritanya saja yang unik tetapi keindahan alamnya juga unik.. Pasir di Pantai Sundak memang putih, namun pasir tersebut bercampur dengan fosil kerang-kerang dan beberapa biota laut lainnya. Bagaimana? Penasaran? Langsung saja berkunjung ke pantai yang satu ini ya.




Sumber: http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/sundak/